Jumat, 05 Oktober 2012

Keinginan Dan Usaha Untuk Hidup Yang Lebih Baik


Keinginan Dan Usaha Untuk Hidup Yang Lebih Baik

Kemiskinan  dapat kita temui dimana-mana. Hampir di seluruh penjuru dunia terdapat orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Menurut Bank Dunia mereka yang miskin adalah yang hidup dengan kurang dari 1,25 setiap harinya.  Data Bank Dunia menunjukkan pada tahun 2008 jumlah penduduk miskin dunia mncapai 1,29 milyar penduduk. Ini merupakan jumlah yang sangat besar.
Telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di dunia. Salah satunya Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian tahun 2006 dengan Bank Grameen, sebuah bank dengan basis bisnis sosial serta Corporate Social Responsibility (CSR). Dan upaya-upaya lain yang dilakukan oleh berbagai lembaga di dunia seperti Bank Dunia dan PBB
Untuk mengatasi kemiskinan, menurut saya ada dua factor yang harus diperhatikan. Yaitu manusia dalam hal ini individu dan negara dalam hal ini pemerintah.

Manusia (individu)
individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
“sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka mereka merubah diri mereka sendiri”  (QS. Arraad Ayat 79)

Untuk menghilangkan kemiskinan, upaya pertama yang diperlukan adalah adanya keinginan dari manusia atau individu yang bersangkutan untuk melepaskan dirinya dari jeratan kemiskinan. Jika ia sendiri tidak mempunyai keinginan atau tidak berusaha sama sekali untuk merubah kehidupannya, maka tidak ada yang dapat membantunya. Ini terkait dengan perilaku malas dari individu tersebut. Jadi usaha pertama yang diperlukan dari sisi individu adalah keinginan dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari jeratan kemiskinan.
Pendidikan
Pendidikan memiliki peran yang sangat besar untuk menghapus kemiskinan. Dengan pendidikan kita dapat belajar dan mempelajari berbagai kemampuan untuk mengeluarkan diri kita dari jeratan kemiskinan. pendidikan yang dimaksud bukan hanya gelar, tetapi pendidikan yang dimaksud adalah ilmu. Karena dengan ilmu yang bermanfaat dapat membuat kita lebih siap menghdapi dunia. Jadi pendidikan sangat diperlukan dalam rangka menghapus kemiskinan.

Sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam prilaku manusia. Jika individu berada di lingkungan yang bisa di katakana membuat dirinya tetap berada dalam kemiskinan, maka ia menganggap kemiskinan bukan merupakan suatu masalah karena ia melihat lingkungan dan budaya sekitar hidup dengan cara yang sama. Yaitu hidup dalam kemiskinan. Ini akan membuat manusia tidak memilliki keinginan dan tidak berusaha merubah hidupnya. Jika kita berada dilingkungan tersebut kita tidak boleh terpengaruh dan kita harus tetap memiliki keinginan yang kuat disertai usaha untuk merubah hidup kita lepas dari kemiskinan. Atau kita dapat keluar dari lingkungan tersebut dan memcari lngkungan yang lebih sesuai, dimana lingkungan baru tersebut dapat membanatu kita untuk lepas dari kemiskinan.
Jadi dari sisi manusia atau individu, saya melihat ada tiga factor utama yang harus dirubah. Pertama yaitu memiliki keinginan yang kuat dan berusaha melepaskan diri dari jeratan kemiskinan. Kedua adalah dengan pendidikan. Dengan pendidikan kita dapat belajar dan memperoleh ilmu bagaimana cara agar kita dapat meningkatkan taraf hidup kita dan melepaskan diri dari kemiskinan. Ketiga yaitu lingkungan, dimana lingkungan akan mempengaruhi perilaku kita. Jadi kita harus pandai memilih lingkungan yang baik dan susuai dengan kita. Selain itu kita sesame manusia juga harus saling tolong-menolong dalam kebaikan. Jika kita mengetahui ada keluarga atau siapa saja yang dalam kekurangan dan membtuhkan bantuan kita harus memberikan bantuan kepada mereka karena kita manusia adalah mahluk social.
Setelah kita melihat dari sisi manusia atau individu. Sekarang kita akan membahas factor yang kedua yaitu negara dalam hal ini pemerintah.

Negara (pemerintah)
Pemerntah memiliki tanggung jawab yang besar untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah, yaitu :
Pendidikan
Pemerintah harus dapat menyedia pendidikan yang dapat menjangkau semua kalangan dan seluruh masyarakat. Pemerintah harus menyediakan pendidikan yang berkualitas dengan biaya serendah mungkin atau perlu tanpa biaya. Sebab, pendidikan memang merupakan kebutuhan dasar bagi setiap individu rakyat. Layanan pendidikan ini akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, dan selanjutnya akan mewujudkan individu-individu yang kreatif, inovatif, dan produktif. Ini agar semua masyarakat dapat menikmati pendidikan dan untuk merubah taraf hidup mereka. Denngan masyarakat yang memiliki pendidikan maka akan meningkatkan kemampuan mereka dan dapat merubah taraf hidup mereka keluar dari garis kemiskinan.
Lapangan Pekerjaan
Menyediakan lapangan pekerjaan merupakan kewajiban negara. Pemerintah harus dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi seluruh masyarakatnya. Dengan cara ini, setiap orang akan produktif, sehingga kemiskinan dapat teratasi. Pemerintah harus melayani masyarakat, semua kebijakan yang di ambil harus untuk kepentingan masyarakat. Dengan adanya lapangan pekerjaan, masyarakat dapat menngunakan kemampuan yang dimilikinya untuk bekerja dan memperoleh penghasilan dan dan meningkatkan taraf hidupnya dan keluar dari garis kemsikinan.
Modal
Negara harus dapat menyediakan bantuan modal untuk masyarakat yang ingin memulai usaha. Modal ini bisa didapat dari pemamfaatan sumber daya alam yang dimiliki negara tersebut. Tentunya modal tersebut tidak akan memberatkan masyarakat. Seperti yang dilakukan Muhammad Yunus di Bangladesh. Dengan adanya modal apakah itudari sisi pembiayaan ataupun fasilitas, negara berkewajiban untuk menyediakan semua itu untuk rakyatnya.
Peran negara untuk mengatasi kemiskinan sangat besar dan dipelrukan. Kebijakan-kebijakan yang diambil suatu negara akan menentukan nasib rakyatnya. Pemerintah harus mendahulukan kepentingan nasional dan kepentingan masyarakat luas dari setiap kebijakan yang diambilnya. Pemerintah tidak boleh berpihak kepada kepentingan pemilik modal yang hanya mengerjar keuntungan pribadi. Selain itu pengelolaan kekayaan negara harus sepenuhnya untuk mensejahterahkan rakyatnya. Semua kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara sepenuhnya harus dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat negara tersebut. Perusahaan-perusahan nasional maupun asing harus dipaksa untuk membantu mensejahterakan masyarakat apakah itu melalui bantuan atau pelatihan. Jadi perusahaan-perusahaan yang berada dinegara tersebut tidak hanya mengejar keuntungan saja tetapi juga memiliki tanggung jawab social atau yang saat ini banyak disebut sebagai corporate social responsibility (CSR)

Penutup
Untuk mengatasi kemiskinan ada dua faktor pentingyang perlu diperhatikan yaitu dari sisi manusia dalam hal ini individu dan dari sisi negara dalam hal ini pemerintah. Individu memiliki tanggung jawab mengelola dirinya untuk keluar dari garis kemiskinan. Dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan. Dan kita tidak dapat mengatsi kemiskinan di dunia ini sendiri, diperlukan kerja sama antara semua negara-negara di dunia ini. Dengan menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan perdamaian antar negara dengan menghindari peperangan.
Saya pecaya dan yakin bahwa suatu saat nanti akan tiba masa dimana kemiskinan di dunia ini sepenuhnya akan hilang. Semua orang akan sejahtera dan kemiskinan tidak akan ditemukan lagi. Bermimpi dunia tanpa kemiskinan, bukan lagi hanya mimpi tetapi akan menjadi kenyataan.

0 komentar:

Poskan Komentar

newer post older post Home